Sebagai salah satu desa binaan, desa lubuk terentang kec.gunung toar kabupaten kuantan singingi pun menjadi desa tempat kami untuk melakukkan kegiatan kuliah kerja nyata atau yang lebih dikenal dengan KUKERTA. dpat dikatakan desa lubuk terentang adalah desa yang kecil dan asri. mayoritas pennduduk disana adalah para petani karet dan padi yang memiliki lahan diluar desa lubk terentang itu sendiri. desa yang berada dipesisir sungai ini dan dengan hamparan sawah ketika memasuki desa ini bebnar benar bernuansa subur dan asri. hal ini dapat kami lihat ketika kami mengelilingi desa yang disekitaran pekerangan rumah setiap warga tumbuh tanaman yang begitu subur yang termaksud pula dalam jenis toga seperti kunyit, lengkuas,jahe, serai, kemangi dll. tak sedikit pula warga yang beternak sapi dan kerbau disana.
sebelum mengelilingi desa kami lebih dulu meminta izin pada perangkat desa dalam hal ini kepala desa dan berdiskusi tentang kegiatan sosialisasi yang akan kami lakukan tepatnya tanggal 22/07/2020 lebih kurang jam 10.00 WIB dikantor kepala desa lubuk terentang kecamatan gunung toar kab.kuantan singingi.
esok harinya kami pun mulai mengerjakan proses pembuatan TOGA dihalaman kantor kepala desa lubuk terentang, dengan mengambil beberapa bibit tanaman dari setiap perkarangan yang ada didepan rumah warga kami mulai mengumpulkan dan membagi tim untuk proses pembuatan TOGA ini. sebagian anggota akan mengumpulkan bibit tanaman dan sebagian lagi akan mulai membersihkan lahan dan membuat gundukan tenah serta menggemburkan tanah untuk ditanami bibit TOGA. beberapa jenis bibit yang dapat kami kumpulkan diantaranya : kunyit, jahe, lengkuas, bunga kumis kucing, bunga pacar air (impatiens balsamina), kemangi, lidah mertua, cabe, serai, dan masih banyak lainnya.
proses pembuatan toga ini sebenarnya bukan yang pertama kalinya didesa lubuk terentang namun karena lama terbengkalai dan tak terurus maka TOGA yang sebelumnya telah dibuat oleh mahasiswa kukerta tahun lalu ini pun tidak terlihat baik. maka dari itu kami pun memulihkan dan memlakukkan rekonstruksi terhadap taman dengan tanaman obat keluarga ini. dengan memakan waktu hampir 2 hari sejak tanggal 23-24 juli taman TOGA pun berhasil diselesaikan. kami pun berharap nantinya masyarakat akan lebih mengetahui sejatinya disekitar rumah para warga banyak sekali tumbuh-tumbuhan yang bekhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan membantu mempertahankan kekebalan tuhun terkhususnya ditengan pandemi saat ini .














